12 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Benar

Bagaimana Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Benar cara pintar efektif untuk anak yang susah diatur dan bandel berikut tips mendidik anak yang baik dan benar

Tips Mendidik Anak


Tips Mendidik Anak

"Mama bilang cepet mandi udah sore, kalo mandi jangan terlalu sore ?"

Solusi terbaik :
Beri penghargaan saat mereka berprilaku baik, misalnya saat bermain rukun, atau mereka mau berbagi, atau hal-hal sederhana seperti saat anak meletakan  handuk pada tempatnua, misalnya

Berilah pujian :
Mamah senang liat Ade bisa meletakan handuk di tempatnya sehabis mandi Anak anda pasti senan dan akan mengulanginya lagi

Memarahi Anak

"Mamah juga bilang apa! udah dibilangin jangan lari lari? Sekarang jatuh, Salah kamu gak mau denger jadinya Kualat kan !"

Solusi Terbaik :
Saat anak terjatuh lalu menangis, kita harus mengajarinya bangkit. Bahkan saat kita tidak berkata apa apa pun, anak akan berusaha abangkit sendiri.
Terkadang tangisan anak malah terjadi karena orang tua terlalu overacting, Sesekali, diam saja dan berikan anggukan senyum atau berikan tangan Ayah atau Bunda untuk membantunya bangkit. Bila merasa perlu penekanan, maka Ayah dan Bunda bisa katakan kepadanya untuk berhati-hati dan bermain lagi.

Contohnya : anak mau bantuin nyuci piring orang tua bilang "Gak usahlah paling juga gak bersih malah ngabisin aer sabun !"

Sebaiknya Bunda :
Mengganti julukan buruk dengan yang baik, seperti anak baik, anak hebat, anak bijaksana. Jika tidak bisa menemukannya cukup dengan panggil dengan
nama kesukaanya saja. selanjutnya 12 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Benar

4. Membandingkan

contohnya : kenapa si kamu, ga bisa kaya si lia ? coba liat dia juara terus gak kayak kamu boro boro!

Tips Mendidik Anak Orang tua ingin memberikan motifasi dengan memberi contoh tentang orang lain, tapi anak menanggapi bahwa dia tidak di sayang, selalu di banding bandingkan. *remember setiap anak adalah unik*

Solusi Terbaik :

Siapkanlah aturan main sebelum kita bicara, setelah siap dekati anak, tatap matanya dan katakan dengan nada serius bahwa kita ingin ia berhenti mainsekarang atau berikan pilihan, misal "sayang, papa/ mama ingin kamu mandi. kamu mau mandi sekarang atau lima menit lagi?"
bila jawabannya "lima menit lagi pa/ma"
kita jawab kembali,"baik, kita sepakat setelah lima menit kamu mandiya.tapi jika tidak berhenti setelah lima meni, dengan terpaksa papa/mama akan simpan PS nya di lemari sampai lusa."
nah, persis setelah lima menit, dekati si anak, tatap matanya dan katakansudah lima menit, tanpa tawar menawar atau kompromi lagi. jika sang anak tidak nurut, segera laksanakan konsekuensinya.

5. Mencap / Label

seperti nakal, penakut, malas, bego, dll : contohnya "kamu penakut amat sih! tidur sendiri aja masih ga berani"

Solusi Terbaik :

Sebaiknya, berkatalah jujur dan berikan pengertian pada anak seperti kita memberi pengertian kepada orang dewasa karena sesungguhnyaanak anak juga mampu berpikir dewasa. jika anak tetap memaksa, katakanlah dengan penuh pengertian dan tataplah matanya "kamu boleh menangis, tapi papa/mama tetap tidak akan membelikan permen." biarkan anak kita yang memaksa tadi menangis hingga diam dengan sendirinya.

6. Mengancam

"kalo ga makan dipanggil pak polisi ya!"

"ayo kalau ga tidur nanti di gigit nyamuk" dari bayi aja udah di ancam hehe (lagu nina bobo)

Solusi Terbaik :

Saat anak melakukan kesalahan serius, coba berhenti dari aktifitas kita, lalu minta anak untuk datang. bicara dengan tegas namun tetap lembut, jelaskan perasaan kita dan tunjukan prilaku anak yang mana yang harus diperbaiki serta sepakati konsekuensi yang akan didapat apabila anak mengulangi prilaku negatif itu lagi. contohnya: "nina, ibu khawatir kalau nina main terlalu jauh. kalau mau main agak jauh, ijin dulu ke ibu ya soalnya ibu khawatir sekali"

7. Menasehati

"makanya kamu tuh jadi anak harus..."

Solusi Terbaik :

Anak bukanlah peramal yang bisa dengan tepat memperkirakan apa yang kita inginkan. sebaiknya gunakan kalimat yang spesifikasi pada prilaku yang kurang tepat dan fokus memperbaiki di sana.

Misalnya,
"riana, seharusnya riana sudah pulang sebelum jam 5 sore. kalau riana terlambat pulang, kamu bisa terlambat mandi dan mengerjakan PR,riana mengerti kan?"

Jangan pula membiarkan diri kita larut dalam amarah, apabila anak sudah menunjukkan gelagat akan memperbaiki sikap, kendalikan diri dan terima dia kembali. ini menegaskan bahwa yang anda tidak suka adalah prilakunya dan bukan pribadinya.

Bila ia terluka, cukup peluk untuk menghentikan tangisannya dan ajak dia untuk mengobati lukannya. Tindakan-tindakan ini lebih hemat kata-kata, lebih hemat tenafa, tapi lebih efektif untuk membentuk prilaku positif.

8. Membohongi

"ah cuma sedikit lukanya, besok juga sembuh" (padahal besok pagi pas mau mandi, masih sakit tuh?)

Solusi Terbaik :

Jujur dan proporsional dalam berkomunikasi dengan anak. ungkapkan dengan penuh kasih sayang. saat pergi ke kantor, sampaikan apa yang sebenarnya dengan kata kata yang mudah ia pahami misalnya seperti:

"Keyla, ayah mau pergi ke kantor dulu ya, nanti sore habis keyla mandi, AYAH akan pulang kita bisa main lai sama sama

Mungkin anak akan tetap menangis, tapi lama kelamaan dia belajar bahwa ayah memang akan tetap pergi, tapi sore nanti dia pasti datang, ini menciptakan rasa aman dalam dirinya.

9. Menghibur
Maksudnya menghibur anak yang sedang sedih memberi hadiah, reward pada saat kurang tepat Contoh "Udahlah ga usah di pikirin, mending nonton aja. Lalu tanpa mencari solusi pada masalah yang sebenarnya maka anak akan cenderung melarikan diri bila menjumpai masalah lagi.

Solusi Terbaik :
Bangun komunikasi dan kedekatan dengan mengevaluasi 4 hal tersebut yang menjadi faktor pembentuk perilaku anak kita. Menggantinya dengan kegiatan di rumah atau di luar rumah yang pada bagi anak2nya Gantilah program TV dengan Film2 pengetahuan yang lebih mendidik dan menantang mulai dari kartun hingga CD dalam bentuk permainan edukatif

10. Mengeritik
"Masa gini aja ga bisa sih! ini kan soal gampang please deh"

Solusi Terbaik :

Seringkali usia dijadikan acuan tentang banyaknya pengetahuan juga banyaknya pengalaman, Pada zaman dulu hal ini bisa jadi benar, namun untuk saat ini, kondisi itu tidak berlaku lagi. Siapa yang lebih banyak mendapatkan informasi dan mengikuti kegiatan kegiatan, maka dialah yang lebih baik banyak tau dan berpengalaman.

Jadi janganlah merasa menjadi orang yang paling tahu, paling hebat, paling alim. Dengarkanlah setiap masukan yang datang dari anak kita.

11. Meyindir
"Haduh tumben hari terang anak mama nyuci piring"

Solusi terbaik :

Tiap manusia terlahir dengan karakter dan sifat yang unik maka jangan sekali kali membandingkan satu dengan yang lainnya. Catatlah perubahan perilaku masing masing anak. Jika ingin membandingkan, bandingkanlah dengan perilaku mereka di masa lalu, ataupun dengan nilai nilai ideal yang ingin mereka capai.
Misalnya " Eh, biasamya anak mama suka merapihkan tempat tidur, kenapa hari ini ko nggak ya?"

12. Menganalisa

" Tuhkan mama bilang juga apa bla bla gara2 kamu gak bawa buku jadinya bisa  belajar disekolah terus bla bla bla....."

Maksudnya orang tua ingin menganalisa kemampuan anak, dari kesalahan yang di perbuat meminimalisasi agar tidak terulang, tetaapi kenyataan kebanyakan oran tua banyak yang tidak mengenal anak2nya dan membuat kekeliruan / lebay

Solusi terbaik :

Hentikan saling menyalakan, Ambilah tanggung jawab kita selaku orang tua secara berimbang, keberhasilan pendidikan ada ditangan oran tua. Pendidikan
adalah keja sama tim, dan bukan individu. Jangan pakai alasa tidak ada waktu, semua orang sama sama memiliki waktu kita dengan berbagai macam cara dan kompaklah selalu dengan pasangan kita. Selalu lakukan introspeksi diri sebelum introspeksi orang lain.



Penulusuran terkait 12 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Benar
Tips mendidik anak
Cara membuat anak yang baik dan benar
Cara mendidik anak yang baik dan pintar
Cara mendidik anak yang baik & benar
Cara menghadapi anak yang susah diatur
Cara mengatasi anak bandel
Menghadapi anak susah diatur
Cara menjadi anak yang baik

12 Cara Mendidik Anak Yang Baik Dan Benar